“Iya, malam ini aku menginap di rumah teman kerjaku. Iya, iya, kuenya sisakan saja untuk kumakan besok. Aku mencintaimu.” Calixto melirik Kayra dengan tajam saat mendengar kalimat cinta yang keluar dengan begitu mudahnya. Apa kalimat cinta itu memang sangat gampang diucapkan? Panggilan telepon itu diakhiri dan Kayra pun datang menghampiri Calixto yang duduk di kursi samping tempat tidur dan tampak fokus memandangi ponselnya. Kayra kemudian duduk di atas tempat tidur menghadap Calixto. “Apa yang kamu lakukan?” tanya Kayra penasaran. “Membaca.” “Apa kamu tidak lelah?” “Tidak.” “Kamu bohong. Aku saja sudah lelah. Kamu sudah pasti akan lebih lelah karena kamu yang menyetir.” Calixto memiringkan tubuhnya hingga dia dan Kayra sekarang saling berhadapan satu sama lain. Kepalanya dimiring

