43. I'm Falling For You?

1847 Kata

Panas. Kayra merasa kedua matanya memanas. Tidak hanya itu, dia juga merasa hatinya sangat sakit sekali. Seperti ditikam oleh pisau berkali-kali hingga dia merasa mulai susah untuk bernapas dan mungkin saja akan mati tidak lama lagi. “Apa kamu mengerti maksudku, Kayra?” Seperti sapi yang dicocok hidungnya, Kayra mengangguk. Tangannya yang berada di bawah meja saling meremas satu sama lain. Dia sangat ingin menangis saat ini, tapi dia tidak boleh melakukan itu. “Ba-bagaimana Ba-bapak bisa ta-tahu?” Tanpa menatap Calixto, Kayra bertanya. “Kamu mengatakannya di jalan pulang setelah dari rumah sakit.” Kayra tidak tahu ini, dia tidak sadar jika dirinya mengungkapkan hal seperti itu. Dan jika dia menuduh Calixto membuka ponselnya, Calixto pasti tidak akan mengerti dengan bahasanya. Apalagi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN