42. Cemburu

1893 Kata

“Apa tidak apa kita menunggu satu jam?” Pandangan Calixto yang awalnya fokus pada display yang ada di belakang penjaga loket tersentak. Dia mengalihkan pandangannya ke Kayra dan tertegun dengan mata hitam yang terlihat berbinar. “Tidak apakan?” tanya Kayra sekali lagi. “Ya, tidak apa.” “Kalau begitu dua tiket di kursi A8 dan A9.” Mereka berdua kemudian menyingkir dari depan loket pembelian tiket. Mereka memiliki waktu satu jam sebelum film yang akan mereka tonton mulai. “Ayo pergi,” ajak Calixto. “Ke mana?” “Mencari tempat untuk menunggu.” “Ini kesalahanku saat melihat jadwalnya,” sesal Kayra. “Aku lebih suka seperti ini.” Mata Calixto bergerak memperhatikan setiap restoran yang terlihat. “Kamu ingin makan apa?” “Tidak tahu.” Kayra rasa ini jawaban yang baik karena dia merasa te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN