“Kamu habis dari mana?” Amanda terlihat khawatir karena tidak mendapati Kayra di kamarnya, untung saja dia turun ke lobi dan mendapati Kayra yang tengah duduk di sofa lobi. Terduduk dengan suara napas yang berat, seakan Kayra sudah berjalan jauh dan kehabisan tenaga. “Aku baru pulang rumah sakit.” Diperlihatkannya obat yang didapatkannya. “Sama siapa?” “Sama temen kerja.” Kayra menyodorkan tangannya. “Bantuin ke kamar. Aku pengen tidur.” “Kenapa tidak meminta teman kerjamu itu yang mengantarkanmu ke kamar, hmmm?” Walau mengatakan itu, Amanda tetap membantu Kayra bangun dan memapahnya untuk naik ke lantai atas. “Dia tadi buru-buru, aku juga tidak mau terlalu merepotkannya.” Tidak ada ceritanya seorang pria masuk ke asrama perempuan, sekalipun dia dosen, itulah alasan yang sebenarnya

