“Kamu akhirnya milih kerja di kafetaria kampus karena ingin mencari kekasihkan?” Amanda yang datang dengan kehebohannya langsung menodongkan Kayra dengan pertanyaan penuh praduganya itu. “Itu tidak seperti yang kamu bayangkan.” “Ya kamu mengaku saja karena gaji di kafetaria kampus tidak begitu besar dan alasan kamu mau bersusah-susah di sana pasti karena kamu ingin melihat pria-pria yang kamu belum pernah temui.” Kayra melempar bantal miliknya. “Jika kamu berpikir seperti itu, ya sudah.” Amanda mendelik. “Harusnya kamu mengajakku untuk bekerja di sana. Sekarang lowongannya sudah tidak ada.” “Jika kekasihmu itu tahu kamu berbicara seperti ini, dia pasti akan sakit hati.” “Dia tidak akan berani seperti itu.” Kayra sudah menyerah mencari pekerjaan di luar. Sangat sulit mencari pekerjaa

