Kediaman 5

494 Kata
Semua mata prajurit terbuka lebar saat melihat maid wanita yang bahkan memiliki tubuh dua kali lebih kecil dari wakil kapten pasukan dapat terhempas hanya dengan satu pukulan tangan kanannya saja. "Kubunuh kau k*****t! "Marry melotot dengan mata seperti hewan buas. Wakil kapten yang berada di tembok dinding mencoba untuk berdiri namun dia memuntahkan darah cukup banyak. Marry langsung melompat ke arah wakil kapten prajurit tersebut dengan tangan Yang membentuk seperti tombak. Saat serangan hampir mengenai wakil kapten prajurit dia terhenti, karena melihat seorang yang amat di sayangi berada di depan wakil kapten tersebut. "Hentikan marry! "Rose menjadikan tubuhnya seperti perisai. Marry tersadar dan memeluk rose, "maafkan saya nona, apakah anda baik-baik saja! "Terasa tubuh marry yang gemetaran menyentuh seluruh tubuh rose. "Tenang aku baik-baik saja.... Ya tidak semuanya"Rose melihat bahunya yang gosong. Terlihat amarah marry mulai memuncak lagi, "aku benar-benar akan membunuhnya nona, prajurit apa yang menggunakan sihir saat duel pedang menjijikan sekali!? "Terasa kepala marry di elus dengan tangan kecil dan amat lembut. "Tenang-tenang, lihat aku baik saja"rose tersenyum kecil. Marry langsung mengendong tubuh rose seperti tuan Putri, "tuan prajurit sekalian tolong rawat wakil kapten, nampaknya tulang iganya patah.... sampai jumpa lagi"rose melambaikan tangannya kearah para prajurit yang termenung. mereka semua mulai tersadar dan melihat kondisi wakil kapten yang tak sadarkan diri, beberapa prajurit mulai membopong tubuhnya yang terluka menuju ruang kesehatan untuk di rawat. Tak beberapa lama kemudian di kamar rose, marry mulai mengobati luka rose yang memar dengan salep. Salep tersebut terasa amat dingin dan terlihat memarnya menghilang, rose terkagum melihat lukanya dapat sembuh dengan amat cepat. Marry juga melihat bahu kanan rose yang terkena luka bakar cukup parah, langsung saja mengarahkan tangan kananya ke luka rose. Terlihat cahaya hijau yang bercampur emas muncul di telapak tangannya, dan ternyata bahu rose mulai sembuh dan tidak meninggalkan bekas luka sama sekali. "Keren!.... Hebat sekali kemampuan mu marry! "Rose terkagum dan menyentuh bahunya yang tidak terasa sakit lagi. Marry tetap diam dan menundukkan kepalanya, "aku mohon nona, anda jangan melukai diri anda sendiri"marry membaringkan kepalanya di pangkuan rose. "Maafkan aku ya"rose mengelus kepala marry. Marry mulai tenang karena elus san rose terhadapnya, dan marry melihat tepat di depan rose. "Saya adalah pedang dan perisai anda, hidup saya ada pada anda nona"kata marry. "Dan hidupku ada padamu juga, kau harus ingat itu kakak marry"rose tersenyum senang. Marry dengan pipi merona malu, "jangan lakukan lagi nona, bersumpah lah! "Kata marry. "Baik, aku akan menyerahkan seluruh hidupku kepada marry, dan marry akan menyerahkan seluruh hidupnya padaku juga...! "Rose yang tadinya bersumpah mengambil pisau buah. Dia langsung menyasat telapak tangan kananya, marry terkejut dengan apa yang di lakukan rose. "Tangan? "Kata rose. Marry menyerahkan tangan kanannya dan rose mulai mensayat telapak tangan kanannya juga. "Aku bersumpah! "Rose menjabat tangan marry. Marry bingung namun mulai mengerti,"saya bersumpah! "Kata marry. Marry tersenyum senang di ikuti rose, namun senyumannya berubah menjadi amarah lagi. "Sudah aku bilang jangan melukai diri anda sendiri! "Marry memarahi rose "Maaf! "Rose menutup kedua telinganya. Bersambung.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN