Kediaman 6

543 Kata
Satu minggu telah berlalu roses telah terbiasa dengan tubuh ini, dan mulia berlatih pedang setiap hari bersama para prajurit. seluruh prajurit dengan wajah gusar karena telah di kalahkan gadis kecil yang baru berusia 7 tahun. "Ayolah, dimana semangat kalian! "Rose dengan tegas meneriaki para prajurit. Mereka semua mulai bersiaga dan rose melihat ke arah para prajurit. "Kalian membosankan, tidak ada yang bisa di lawan"terlihat rose dengan ekspresi wajah kecewa. Mental para prajurit mulai hancur layaknya seperti kaca, namun perkataan nona muda mereka memang benar. Jika seperti ini terus maka mereka hanya akan menjadi beban bagi kepala keluarga saja. "Baik kalau begitu! "Rose langsung menunjuk ke arah marry yang berada di sampingnya dengan jari telunjuknya. "Ayo kita bertanding marry"terlihat senyuman rasa lapar akan pertarungan tertampil di wajah rose. "Huh? "Marry bingung, "jawabanku tidak nona "terlihat senyuman manis di bibir marry. "Ayolah marry, aku akan beri gaji tambahan kumohon! "Rose menarik tangan kanan marry. "Tetap tidak! "Marry dengan pandangan mata dingin. seluruh prajurit gemetar ketakutan, "(nona hentikan!) "mereka mencoba menghentikan rose namun tidak berani. karena teringat akan peristiwa wakil kapten mereka yang terluka para hanya karena pukulan pelayan tersebut. "Aku traktir makan nanti! "Rose makin menarik tangan marry dengan sekuat tenaga. "Tidak"terlihat marry dengan mata mulai malas. "Hentikan bodoh! "Kepala rose langsung di pukul hika di belakang nya. "Woi sakit, sekarang ini hasratku tidak tertahankan seminggu yang lalu karena marry! "Rose meneriaki hika. Yang terlihat para prajurit rose sedang berbicara sendiri, mereka semua bingung termasuk marry juga. "(Nona benar-benar sudah gila!) "para prajurit gemetar ketakutan. "(Teman imajinasinya lagi dia berbicara, aku harus mengikutinya) lama tidak bertemu rabi"terlihat marry seperti menyentuh bahu seseorang. Para prajurit ikut bingung dengan kelakuan pelayan nona mudahnya, "(mereka berdua benar-benar gila! )"para prajurit gemetar ketakutan. Terlihat rose gelisah sambil menunjuk marry, "marry kau berbicara dengan siapa? "Rose gemetaran. "(Kau juga bicara dengan siapa!) "para prajurit berteriak dalam hati. Marry menundukkan kepalanya dengan kedua tangan yang gemetar, terlihat pipi marry yang merona malu. "Tetap tidak nona! "Marry kesal dan mencoba meninggalkan rose. "Kumohon! "Rose langsung bersujud di depan marry. Seluruh prajurit terkejut mereka menyadari ini bukan candaan lagi, karena seorang bangsawan yang bersujud di depan orang biasa. "Nona hentikan! "Marry gemetar ketakutan. "Tidak aku akan terus seperti ini!.... "Tubuh rose langsung di angkat marry. "Kumohon nona hentikan, baik saya akan melakukannya "terlihat marry dengan ekspresi wajah kesal namun dengan tangan gemetaran mengangkat tubuh rose seperti anak kucing. "Marry kenapa tanganmu gemetar? "Rose bingung. "Ini adalah sistem dunia ini bodoh, orang tinggi sepertimu tidak ada yang pernah menundukkan kepala kepada orang biasa, apalagi bersujud itu sebuah hal yang tabu rose "hika dengan pandangan mata serius. "Aneh sekali, padahal kita sesama manusia berdiri di tempat yang sama, bernafas di tempat yang sama, dan makan-makanan yang sama tapi kenapa kalian semua merasa bersalah bodoh sekali"terlihat rose dengan pandangan mata dingin. Seluruh prajurit dan marry terkejut dengan perkataan rose, "ingat kalian semua aku tidak pernah meminta kalian menghormati ku, aku hanya meminta kalian mengakui ku itu sudah cukup"rose menunjuk dadanya dengan jempolnya. Semua orang tercegah melihat rose karena hanya dengan perkataanya saja semua langsung bertekuk lutut menghormatinya dengan keinginan mereka sendiri tanpa perintah apapun,mereka tidak memandang nona muda yang berada di depannya karena darah bangsawan yang mengalir dalam tubuhnya, tapi menghormati mereka seperti manusia biasa. Bersambung
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN