Kediaman 7

603 Kata
Hantaman pukulan yang amat kuat mengenai pedang kayu, karena pukulannya saja dia sampai terseret cukup jauh. "Aku datang marry"rose mulai bersiaga dan mendaratkan serangan bertubi-tubi terhadap marry. Marry dengan tenang menghindari seluruh serangan rose, setiap serangan yang di kerahkan rose bahkan tidak mendaratkan di tubuhnya sama sekali. Para prajurit terkagum dengan apa yang dia lihat, karena setiap marry menghindar dia terlihat seperti menari dengan amat anggun. Terlihat jarinya yang seperti menyentuh sebuah kipas, membuat para prajurit membayangkan marry sebagi penari handal. Rose merasa kesal karena marry tidak mendaratkan pukulannya sama sekali, dia hanya menghindar terus menerus dengan teknik tariannya. "Berhenti menari marry, cepat keluarkan seranganmu! "Rose kesal sambil mengepalkan kedua tangannya. "Tidak akan, saya akan menyerang jika nona bisa mendaratkan serangan di tubuh saya"marry tersenyum amat anggun dengan mata tertutup membuat kesannya seperti wanita elegan. Seluruh prajurit terdiam karena melihat kecantikan marry yang tersenyum. Rose makin kesal dan melompat amat tinggi dan menebas marry dari atas, marry yang dapat melihat serangan rose menghindar kesamping. Dan dia mulai mengerakkan tubuhnya lagi untuk menari, "Bagus nona bertahan ya, ini ritme ke 4 "marry langsung bergerak ke arah rose. Rose mendaratkan pukulan bertubi-tubi, marry menghindar dan berputar seperti menebas dengan sebuah pedang. Rose menahan serangan marry dan terhempas cukup jauh, terlihat hanya dengan satu serangannya saja pedang kayu rose retak. "Kita sudahi saja ya nona"marry berhenti menari dan berdiri tegap. "Belum! "Rose berlari ke arah marry. Tak sengaja rose kakinya mengenai batu dan hampir terpeleset, marry yang mencoba menyelamatkan rose. Dia terdiam sebentar karena melihat senyuman rose, langsung saja rose berputar dan menebas marry dengan pedang kayunya. Pedang kayu rose mendarat tepat di kepala marry, seluruh orang terkejut karena serangan rose yang berhasil dan memberikan luka yang cukup parah. "Wahhhh marry maaf! "Rose berteriak histeris dan melihat wajah marry. "Tenang saja nona saya baik-baik saja"marry dengan pandangan mata tenang membersihkan kepalanya yang dipenuhi potongan kayu kecil. Seluruh prajurit terkejut karena marry yang tidak terluka sama sekali, padahal mereka menyadari bahwa pedang kayu di tempat pelatihan ini memiliki kekerasan yang hampir setara dengan besi. "Tetap saja maafkan aku! "Rose mulai bersujud lagi. Semua orang terkejut dengan apa yang dilakukan rose kecuali marry, marry langsung mengangkat tubuh rose dan mendirikannya. Marry bertekuk lutut sambil menampilkan senyuman manis di bibirnya, "saya ini kuat nona, mau seluruh kesatria kerajaan ini melawan saya, saya dapat mengalahkan semuanya"kata marry sambil mengelus kepala rose. Seluruh prajurit terkejut dengan perkataan marry namun mereka hanya bisa diam dan sadar bahwa orang yang bersama nona muda mereka bukanlah pelayan biasa. Rose diam sebentar dan mengambil pedang kayu yang patah, "lihat ini keras kau tahu"kata rose. Marry menggelengkan kepalanya dia melihat ke arah salah satu prajurit yang mengenakan pedang asli, yang biasa di gunakan dalam duel maupun berlatih. Marry mendekati prajurit tersebut dan mengambil pedang prajurit tersebut, dia menundukkan kepalanya seperti mencoba meminta maaf. Langsung saja marry melihat ujung pedang prajurit tersebut, dia hanya menjepit pedang tersebut dan terdengar suara besi yang patah. Mata seluruh orang terbuka lebar dan tertuju kepada marry, marry mulai mematahkan lagi pedang tersebut dengan dua jarinya. Terdengar suara besi yang patah berkali-kali, dan akhirnya menyisihkan pegangan pedang nya saja. Marry memberikan pedang prajurit tersebut dan membungkuk meminta maaf, dengan amat tenang marry berjalan menuju rose. Terlihat kesan wanita yang anggun dan elegan, memiliki paras cantik yang membuat para lawan jenis tertarik padanya. "Kalau begitu ayo kita pulang "marry mengendong rose seperti barang bawaan di bahunya. "Oke sudah dulu tuan-tuan prajurit"rose tersenyum senang sambil melambaikan tangannya. Para prajurit terdiam dan gemetar ketakutan, mereka yang awalnya merendahkan pelayan nona muda karena dia wanita, mendadak menyadari bahwa nona muda mereka telah dilindungi seorang monster. Bersambung.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN