L I M A P U L U H D U A Nathan berlutut mengusap batu nisan Nathassa. Senyumnya terukir menatap gambar-gambar yang beberapa bulan lalu dia gambar bersama Melissa. "Ayah udah buat bunda kamu sedih, Kak. Ayah udah membuat bunda kamu terluka. Ayah hanya tidak ingin bunda kamu kembali merasakan kehilangan. Tapi ayah malah membuat bunda kamu terluka." kata Nathan lirih. "Ayah akan bawa bunda kamu kembali, Kak. Jangan khawatir. Kita akan kembali mengukir senyum di wajah cantik bunda kamu. Juga senyum di wajah cantik kamu, Kak. Kakak bantu doa dari surga ya ?" Nathan mengulas senyum lagi. Meletakkan buket bunga yang tadi dia bawa pada pusara Nathassa. "We'll see you very soon." Nathan kemudian bangkit. Menghela napas dalam-dalam. Do it, Nath. Jangan takut sama mimpi buruk. Jangan takut pada

