"Aku mengetahuinya. Bisakah aku mengabaikannya atau membalas perasaanmu?" -Atta Mahesa- ___________ Tangan Vei yang tadinya hanya mengusap bagian wajah Atta, kini mulai beralih ke arah d**a bidang milik laki-laki itu. Menusuk-nusuknya dengan jari. Vei senang bisa menyentuh bagian tubuh Atta. Otot-otot tubuh Atta mengeras, Vei bisa merasakan itu. Senyum Vei mengembang dengan sempurna di bibir mungilnya, tapi perlahan lenyap karena ada tangan kokoh yang menghentikannya mengusap bagian tubuh Atta. "Lo bilang, ngantuk?" "Hah?" Vei mengerjapkan matanya. Apakah Atta terbangun karena usapannya? Jelas saja seperti itu. Atau Atta memang belum terlelap? Atta membawa tangan Vei ke dalam dekapannya. "Tidur!" Vei menahan napasnya. Ia berpikir, Atta tadi mendengarnya atau tidak. Atta tadi sud

