"Aku perlu mantra penyembuh luka tidak kasat mata." -Atta Mahesa- __________ "Salah sendiri bawa Feri ke sini," kata Dani saat melihat wajah dongkol Vivi. "Gue juga nggak tahu kalau jadi kek gini." "Kentara banget kalau Feri, tuh, suka sama Vei. Liat aja kelakuannya... kayak pengin ngelindungin Vei terus." Atta diam. Tatapannya lurus ke arah Feri dan Vei, melihat keduanya berbincang seolah hanya ada mereka berdua di ruangan itu. Hati Atta rasanya membara penuh oleh api. Entah api apa itu. Yang jelas, Atta tidak suka dengan kehadiran Feri. Sangat tidak suka. "Keliatannya lo nggak suka banget sama Feri." Atta melirik ke arah Dani sebentar. "Ya, nggak suka lah. Gue cowok normal. Sukanya sama cewek." "Cemburu? Liat Vei sama Feri?" "Eng-gak!" sergah Atta. "Nggak usah bahas dia." Rib

