"Huah Jenita, Senja akan sangat merindukanmu. Kenapa engga tinggal disini aja sih kita bisa ketemu tiap hari loh! kalau di amerika sana bakal susah ketemunya harus pake pesawat dulu dan belum waktunya yang lama banget." senyum pemakluman Jenita terlihat, nantinya hal yang paling ia rindukan adalah sikap cerewet Senja "Aku mana mungkin tinggal disini karena pekerjaan asli kami sedang menunggu untuk dikerjakan di Amerika sana, aku berjanji padamu akan datang kemari kalau mendapatkan cuti. Kamu harus terus menjadi perempuan yang tangguh pokoknya tidak boleh lemah ya?" keduanya berpelukan dan Senja masih memasang wajah cemberut merasa tidak ikhlas Jenita dengan yang lainnya kembali "Atau kamu juga bisa mengunjungi kami kesana tapi harus memberi kabar terlebih dahulu ya karena disana kami t

