51 - Rutinitas

1743 Kata

Rendra memijat pelipisnya yang terasa sangat pening, setelahnya menoleh kearah kamar yang ada di ruangan ini. Membayangkan kekakuan Senja beberapa jam lalu membuat Rendra tersenyum bahagia, semenyebalkan apapun Senja tapi perempuan itulah yang berhasil mencairkan hatinya. Beberapa jam lalu Senja bertingkah layaknya anak kecil yang banyak maunya. Menginginkan sekotak kecil eskrim, bakso semangkok yang harus panas, jus jeruk yang harus dibeli ditempat restoran langganannya. Andaikan sekretarisnya bukan orang sabar mungkin sekertarisnya itu lebih memilih memundurkan diri saja daripada harus menghadapi keinginan Senja yang biasa habisnya. Sepertinya Rendra harus memberikan cuti liburan atas kebaikan sekertarisnya itu agar mempunyai waktu luang bersama keluarganya. Mata tajamnya menatap l

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN