Langkahnya terhenti kemudian kembali berjalan kembali, beberapa orang berlalu lalang saling mengurus urusan masing-masing. "Jangan jauh," Peringatan itu kembali terdengar tetapi ia tidak peduli. Tetap berjalan, "Senja," Senja membalikkan badannya menatap Rendra yang sedang menampilkan wajah datarnya, dengan hati-hati Senja kembali melangkah ke kursi taman tempat Rendra memantaunya sejak tadi. "Kita pulang, kita sudah 30 menit disini," "Nanti dulu, Senja mau menikmati udara pagi. Lagian inikan hari minggu dan Kak Endra juga engga kerja jadi kita disini dulu, bi Sari juga palingan masih masak." tolaknya, tangan kanan Senja mengelus perut buncitnya, tinggal menghitung hari menjelang kelahiran sang buah hati. "Kamu harus istirahat," "Dokter menyarankan Senja harus rutin jalan pagi

