"Loh? Kenapa Izzan?" tanya Vina, "Pengen mama," bukan Rendra yang menjawab tetapi Izzan. "Mamanya kemana sayang? Kenapa bikin cucu tampan nenek nangis, hmm? Mana mama Senja biar nenek omelin karena buat kamu nangis." Vina maju selangkah, mengambil Izzan yang ada dalam gendongan Rendra, kemana lagi Senja? "Kamu makin berat aja, sayang. Mama Senja-nya kemana? Biar nenek omelin?" Putra Rendra dan Senja itu tidak menjawab, masih menangis senggukan dalam gendongan Vina. Vina menatap Rendra menunggu jawaban, mana mungkin Senja berulah lagi kan? Lagian semenjak Izzan lahir Senja sudah berubah menjadi perempuan sangat dewasa, sangat jarang bersikap kekanak-kanakan seperti kemarin. "Lagi beli bahan makanan, tadinya saya yang mau antar cuman Izzan lagi tidur jadinya Senja diantar supir dan

