"Rasanya kakiku ingin putus saja karena terus menerus berjalan tanpa henti selama berjam-jam lamanya, mengapa kamu begitu betah terdiam james? Ckck! Entah apa yang sedang Tuhan berikan padaku sampai memberikan dua orang yang begitu betah terdiam," tanpa meminta persetujuan, Andreas memilih mendudukan dirinya ditanah tanpa alas sama sekali sedang tim ikut bersamanya memilih berdiri bak patung. "Kalian semua duduklah dulu karena pastinya membutuhkan tenaga untuk membunuh Hiko s****n itu, kakiku bahkan sangat sakit tertekuk saking lamanya berjalan, angin malam begitu senang memelukku sampai membuatku merinding seperti ini," dengan tubuh menggigil, Andreas memeluk dirinya sendiri mencoba menghangatkan badannya dengan pelukannya sendiri. "Buatlah api unggun," suara bariton James terdengar,

