Sore itu, rumah yang semula terasa mendung akibat kesedihan Divya, mendadak terang karena tiba-tiba Fauzan, pacarnya datang menyambangi. Dokter muda tersebut menjumpai Divya saat Kamila baru hendak menyiapkan makan malam. Lelaki itu tinggi dan lumayan tampan. Pembawaannya tenang dan santun. Ada kharisma yang memancar di sorot matanya. Sekilas melihatnya, Kamila paham alasan Divya menyukainya. Semula dia mengira kedatangan tujuan Fauzan menemui Divya untuk menumpang berkencan di rumah. Tapi, lima belas menit kemudian lelaki itu sudah berpamitan pergi. Naura kemudian yang melaporkan bahwa tantenya dibikin nangis oleh temannya. Kamila segera menyambangi Divya yang tengah meratap di kamar Naura. Dengan terbata, gadis itu menceritakan apa yang baru saja dialaminya. Mamanya telah bertindak t

