Sejurus, Kamila bingung. Apakah tindakannya memberitahukan soal keberadaan Nadine benar atau salah. Sebab, terlihat gamblang kerisauan di raut wajah Arzan setelah mendengarkan cerita singkat pertemuannya. Arzan mengambil ponselnya yang tergeletak di meja. Dicobanya menghubungi Nadine. Namun, nomor yang ditujunya tidak aktif. Arzan kesal. Padahal tadi siang perempuan itu menelefon meminta dikirimi uang untuk ke memeriksakan kandungannya ke dokter. “Kamu yakin yang kamu lihat tadi itu dia?” “Yakin.” “Kalian ‘kan sudah lama nggak ketemu.” Arzan meragukan. “Minggu lalu ‘kan kami….” Kamila cepat menutup mulutnya. Dia terlepas bicara. “Minggu lalu kenapa?” tanya Arzan. “Nggak apa-apa.” Kamila tersenyum. “Eh! Kakak sudah makan?” “Jangan mengalihkan pembicaraan!” tegas Arzan. Kamila men

