Iffa menawarkan diri mengantar Kamila dengan mobilnya. “Jangan! Bikin repot kamu saja jadinya.” “Nggak. Rumah Mama Dian searah dengan jalanku pulang, ‘kan?” Setelah menimbang beberapa saat, Kamila menyetujuinya. Alasan tentang Arzan, akan dicarinya nanti. Ketika sudah di setengah perjalanan, Arzan menelefonnya. “Maaf, Kam… Batre hapeku habis tadi.” Kamila enggan membahasnya. “Mama minta kita jemput Naura di rumahnya.” “Sudah pulang mereka dari Bandung?” “Ya.” “Kamu di mana?” “Di jalan menuju rumah mama.” “Oke! Kita ketemu di sana!” “Mama tahunya kita pergi bareng. Aku bingung jelasinnya kalau nanti datang sendiri-sendiri.” Arzan di sana terdiam. “Kita ketemu di minimarket dekat komplek saja. Oke?” Kamila menyanggupi. Maka, Iffa menurunkannya di tempat itu. Mereka berjanji

