“Mama!” Kamila tersentak. Naura berseru di dekatnya. Dia tidak menyadari kehadirannya. “Lama bener! Ketemu nggak?” Mama Dian tidak melanjutkan omelannya. Perhatiannya teralihkan oleh suara Naura. “Mana Amy Rosenya?” Percuma Kamila meletakkan telunjuknya di bibir untuk menyuruh anak itu diam. “Naura?” Mama Dian memanggil. “Iya, Oma!” Naura menyahut. Kamila mendorongnya untuk mendekati Mama Dian. “Cari apa?” “Amy Rose. Boneka. Aku minta mama nyari, tapi belum ketemu.” Kamila menyusul langkah Naura. Tak enak hati karena dirinya disebut. “Sudah dicari kemana-mana nggak ada. Nggak tahu dia taruhnya di mana,” jelas Kamila. “Mungkin tertinggal di mobil. Amy Rose itu yang ikut dibawa ke Bandung ‘kan?” tanya Mama Dian. “Iya.” “Biar aku yang lihat!” Arzan beranjak keluar. Naura mengi

