Keputusan

1243 Kata

Udara di sekitar Kamila dan Arzan seperti tidak bergerak. Membeku dan kelam. Arzan terus terpaku diam, sedangkan Kamila tak sanggup bicara. Dalam diamnya, dia berusaha mengendalikan gejolak emosinya. Batin Kamila mengeluh. Mengapa irama hidupnya tidak bisa cenderung datar saja. Selalu saja ada fluktuasi kejadian yang mengejutkan. Seperti menaiki roller coaster yang berjalan zigzag dan turun naik, adrenalinnya terpicu sekaligus membuatnya lelah. Perlahan, udara yang membeku terasa hampa. Tak ada oksigen yang melapangkan d**a. Kamila tersengal, nafasnya sesak. Bergegas dia bangkit berdiri dan berjalan ke halaman belakang rumah. Di sana dia berdiri menengadah menatap bagian langit yang tertangkap mata. Menghirup dalam-dalam angin malam ke dalam paru-parunya. Setelah dia bisa bernafas nor

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN