Kamila terjaga oleh suara Naura yang memanggil-manggilnya. “Mama!” Naura mengguncang lengan Kamila. Mata Kamila masih terpejam. Dia masih terhenyak dan membutuhkan waktu mengumpulkan kesadarannya. “Ma! Bangun! Sudah pagi!” Rasanya belum lama dia tertidur, tahu-tahu hari sudah berganti saja. Kamila meregangkan tubuhnya, lalu bergerak memeluk tubuh mungil Naura. Gadis kecilnya itu membalasnya. Beberapa saat mereka menikmati dekapan yang mengalirkan kehangatan dan mengeratkan ikatan hubungan ibu dan anak tersebut. “Mama, kita nggak sekolah hari ini?” tanya Naura, penasaran karena Kamila tidak bergegas seperti biasanya. “Sekolah lah!” “Tapi ‘kok Mama malah ngajak aku tiduran lagi?” Kamila tersenyum. Mencium pipi Naura sekali, lalu bangkit mempersiapkan diri. Menyadari dirinya tel

