“Sebelum aku ceritain semuanya, kamu harus janji untuk tenang dan percaya kalo aku akan selalu bersama kamu.” Rexy mengawali ceritanya agar Melodi tidak histeris. Melodi mengangguk lemah kemudian. “Papa kamu ... udah meninggal, Mel,” ujar Rexy dengan suara lemah dan selembut mungkin. Usai mengucapkannya, Rexy langsung menggenggam tangan Melodi dan menciumnya beberapa kali. “It’s ok, Baby. Aku akan bersama kamu melewati semua ini.” isakan itu mulai terdengar keluar dari bibir Melodi begitu lirih. Rexy sampai ikut meneteskan airmatanya. “Papa ....” panggil Melodi dalam tangisnya. “Jangan tinggalin, Mel. Mel gak punya siapapun lagi,” lirihnya makin menyakitkan. Rexy mencium kening dan terus membelai pipi Melodi. “Ada aku ... aku akan selalu di sisi kamu,” bisik Rexy dan tangis Melodi mak

