“Melodi akan bawa bukti itu sama Polisi. Biar Erni ditangkap!” sahut Melodi dengan marah. Hera terdiam dan sedikit menunduk. “Lalu, siapa lagi yang terlibat dalam kecelakaan Papa!” tanya melodi setengah menghardik Hera. “Fernita ... dia disuruh ibunya untuk pura-pura keguguran karena dipukuli oleh orang suruhan kamu. Dia sengaja menyebar fitnah supaya kamu ditangkap polisi dan Feri bisa keluar dari rumahnya. Maka akan lebih mudah buat mereka mencelakakan Feri. Nenek yakin Feri mungkin sudah mengancam Erni lebih dulu,” jawab Hera panjang lebar. Melodi menahan amarah dengan menggeram keras rahangnya. Ia benar-benar tidak akan pernah bisa memaafkan Fernita dan Erni yang telah membunuh Ayahnya. “Sekarang Nenek keluar dari sini. Aku mau beres-beresin rumah, karena aku mau pindah,” ujar Melod

