BAB 34 : Kesempatan Emas

1275 Kata

Rhaella lekas berjalan menelusuri lorong Istana Selir. Sejak keluar dari ruangan Nino, dia berusaha mengatur napasnya untuk mengurangi amarah yang mengerubungi hatinya. Dia ingin pergi ke ruangan Rullin, sehingga tidak mau terlihat buruk. Namun, ketika Rhaella masih dipertengahan jalan, dia menemukan Rullin tengah berdiri di lorong sembari bersandar pada jendela, menatap langit malam yang hari ini lebih gelap dari biasanya. “Sudah selesai pertemuannya?” tanya Rullin tatkala dia melihat Rhaella. Rhaella menghela napas, dia tidak lagi memperdulikan ekspresi buruknya dan segera berkata sejujurnya, “Tidak terlalu baik. Kenapa kamu tidak datang? Aku sudah mengajakmu tadi pagi.” Rullin, “Mereka adalah bawahanmu, tidak sepatutnya aku ikut dalam perbincangan internal.” Meskipun sudah resmi m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN