Satu minggu kemudian, aroma obat memenuhi aula di Istana Barat, membuat Rhaella berpikir kalau dia tengah berada di balai kesehatan. Matanya menatap ke arah orang-orang yang mengenakan pakaian putih atau hijau di aula, mereka semua berbaris, menunggu giliran untuk berhadapan dengan Rhaella dan melakukan wawancara supaya bisa menjadi tabib pribadi dari Rhaella Rhoxolany. Seperti kata Rhaella, berita mengenai dirinya tidak pernah padam di pembicaraan rakyat, bahkan pengumuman yang keluar dari mulutnya akan langsung tersebar laksana hama di ladang. Dari pengumuman itu, Rhaella berhasil mengumpulkan seratus tabib yang berasal dari berbagai kota atau negara lain, mereka terlihat sangat antusias karena diiming-imingi bayaran tinggi asal mampu meringankan penyakit Rhaella. “Berikutnya adalah T

