“Kamu yakin bisa pergi sendirian?” tanya Rullin seraya membantu Rhaella naik ke dalam kereta kuda. Rhaella membalas ucapan Rullin dengan tawa. “Rullin, Istana Milana adalah rumahku selama bertahun-tahun, tentu saja aku bisa pergi sendiri.” “Kamu tahu betul pertanyaanku mengarah ke mana, Yang Mulia,” tukas Rullin. Pagi ini, Rhaella memutuskan untuk pergi ke Istana Milana untuk melaporkan peristiwa di Kota Araya kepada Yeva karena dia tidak bisa menunda lebih lama lagi. “Jangan khawatir, Kaisar selalu berpikir kalau aku akan segera mati, jadi dia tidak akan membunuhku dengan tangannya sendiri.” Rullin, “Aku akan mengikutimu diam-diam.” Rhaella menjulurkan tangannya keluar dari jendela dan mengelus pipi Rullin. “Jadilah anak baik dan tunggu aku di sini.” Tanpa menunggu balasan dari Rul

