BAB 25 : Kesalahan di Masa Lalu

1105 Kata

Tangan Rullin akhirnya terlepas dari pundak Rhaella, dia membeku dan kehilangan kata-kata di tenggorokannya. Dia pada akhirnya hanya mampu menatap Rhaella yang manik matanya terus bergerak ke sembarangan arah, mungkin juga bingung harus bersikap seperti apa. Rullin tidak pernah menyangka bahwa wanita yang ada di hadapannya itu adalah orang yang membuat asap pengendali pikiran dan menjadi alasan atas kehancuran negaranya. “Rhaella …,” bisik Rullin, bingung harus mengatakan apa. Rhaella, “Kenapa? Apa yang ingin kamu katakan, Rullin?” Rullin akhirnya mengeluarkan dengusan kasar, sejenak pria itu membelakangi Rhaella dan menendang kerikil yang ada di depan kakinya. Rasanya baru kemarin mereka menyatakan cinta dan bersenang-senang di bawah hujan, tapi kini malah harus menghadapi kenyataan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN