Rhaella meringis setiap kali Nikolai membalurkan obat untuk mengobati luka lebam di punggung dan lengan Rhaella, padahal Nikolai sudah berusaha menggerakan tangannya selembut mungkin. “Berhenti, lakukan lagi nanti,” pinta Rhaella karena tidak kuat merasakan sakit lagi. Nikolai mengangkat tangannya dari punggung Rhaella, kemudian hendak beranjak dari tempat tidur, tetapi dia berhenti karena mendengar perintah dari Rullin. “Jangan berhenti, terus obati dia.” Rhaella menoleh dan mendesis kepada Rullin, “Aku tidak mau! Rasanya sakit!” Rullin lantas melangkahkan kakinya ke samping tempat tidur, dia terlihat begitu marah sampai-sampai keningnya berkerut. “Lebih baik sakit sekalian daripada harus sakit berlarut-larut. Nikolai, cepat obati dia!” “Tidak! Aku tidak mau diobati sekarang!” Kedua

