BAB 47

1693 Kata

“Iya, aku tahu! Aku akan berubah menjadi vampir seperti kalian! Aku tak apa! Aku siap!” Ketika Hannah ngotot dengan keinginannya, sebuah tangan langsung mencekal pergelangannya. “Max …?” Hannah terkejut ketika melihat Max sadarkan diri. Pria vampir itu mengeratkan rahang seakan tengah menahan rasa sakit. Namun di tengah rasa sakit yang ia terus rasakan, Max mencoba untuk mengeluarkan suara. “Ja … ngan …. Coba-coba ….” Itu kata yang diucapkan Max begitu ia sadarkan diri. Hannah merasa itu adalah peringatan untuknya agar Hannah tak pernah mencium Max. Entah mengapa Max selalu tak ingin mencium Hannah, apakah menjadi vampir seburuk itu? Hannah mengucapkan rasa kesal dalam hatinya. “Menjadi vampir itu tidak buruk, Hannah. Tapi kau harus melalui proses kematian yang menyakitkan dan penyer

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN