“Hentikan, Alphard! Lawanmu adalah aku!” Seorang wanita berdiri di depan Max dan menghadang cambuk api yang hendak mengenai pria vampir muda itu. Cambuk api itu mengenai benteng yang terbuat dari gundukan tanah buatan. “Mom …?” Tuan Alphard nampak membelalakkan matanya. Dia seakan terkejut dan tidak menyangka akan bertemu dengan wanita tersebut. Napasnya tiba-tiba memburu dan tangannya mengepal erat. “Kau …?” Tuan Alphard mengeraskan rahangnya. “Kenapa? Jangan terlihat sok ksatria dan berkata tidak ingin melawan perempuan. Padahal … kamu adalah orang yang paling senang melukai perempuan.” Maria mencibir pada pria yang ada di hadapannya. “Apa yang kau bicarakan?” Tuan Alphard merasa tersinggung oleh perkataan mantan istrinya. “Ayo lawan aku!” “Baiklah, aku tidak akan ragu!” Tuan Alph

