H-2 sebelum JFW (Malam pertama di kediaman Ahjong) Felix mendaratkan kakinya di tempat yang sudah lama sekali dia tinggalkan. Netranya awas memeriksa sekeliling. Tidak ada yang berubah. Dia pernah mendiami tempat ini selama beberapa tahun. Dia melangkah memasuki bangunan tua yang sudah rusak sana sini. Seorang pria dengan pakaian kumal dan lusuh sudah menunggunya dengan senyum lebar, rokok terhimpit di sela-sela jari. Senyumnya yang lebar sungguh membuat Felix ingin sekali menyerangnya. Itu adalah senyuman mentertawakan. “Felix anakku!” seru pria tua itu yang tak lain adalah Ahjong. Dia merentangkan tangannya seolah lama tak berjumpa dan rindu. Akan tetapi Felix enggan menerima uluran tangan itu. Dia menyela dengan cepat. “Katakan saja langsung apa maumu? Kenapa kau mengusikku?” tan

