Fara setengah tak percaya dengan apa yang dikatakan Felix. Mana mungkin dia secepat itu bisa melupakan Stefany dan menyukainya. Apalagi dibandingkan stefany yang lebih segalanya, Fara bukanlah siapa-siapa. “Bohong,” sungut Fara merajuk. Tingkahnya itu justru membuat Felix semakin gemas. Selama ini Fara tidak pernah memperlihatkan sisi kekanak-kanakannya. “Aku tidak berbohong. Sungguh!” tegas Felix meyakinkan. Dia sampai mengangkat tangannya seperti orang melakukan sumpah. “Kamu boleh bertanya pada Bobby, aku tidak pernah seserius ini. Jadi, jangan marah lagi ya?” lanjut Felix merayu. Fara menelisik ekspresi Felix yang tak biasa, bibir atas dan bawahnya berusaha mengatup sempurna. “Kenapa kok anda seperti menahan tawa begitu? Apa yang lucu?” tanya Fara menyadari Felix berusaha serius.

