Fara hampir tidak bisa tidur semalaman sebab dia terjaga akibat ulah tangan usil yang belum dia ketahui jelas dari mana datangnya. Pagi ini dia terbangun dengan lingkaran gelap di area kantung mata. Bisa dihitung dia hanya mampu memejamkan matanya sekitar dua jam saja. Karena ketika dia terpejam, jendela kamarnya digedor dengan keras, saat dia buka nyatanya tidak ada siapapun di sana. Fara sangat jengah dengan kejadian yang berulang kali. Hingga bik Sumi harus menemaninya di kamar. “Kenapa Non nggak lapor polisi saja? Atau cerita ke teman-teman Non barang kali ada yang bisa menolong,” ujar Sumi khawatir. Bukan karena dia takut, melainkan cemas. Mereka hanya hidup berdua di rumah yang sangat luas ukurannya seperti pendopo. Sumi sangat gelisah memikirkan keselamatan Fara. Sedangkan Fer

