“Gha, Mama mau ke rumah temen. Anterin ya, rumahnya searah kok dengan kantor kamu,” pinta Yurike sudah siap dan rapi menunggu di depan rumah. “Iya, Ma,” jawab Agha. “Mama kok sering ke rumah teman? Arisan ya, Ma?” sela Nesa saat Yurike hendak masuk ke dalam mobil. “Bukan sih, Nes. Lebih tepatnya, Mama lagi ngomongin bisnis. Kalau berhasil, untungnya gede lho,” balas Yurike semangat. “Oh ya syukur deh, biar nggak ngerecokin Mas Agha mulu,” seloroh Nesa pelan. Terdengar seperti orang menggumam. “Apa kamu bilang?” sewot Yurike melotot sembari berkacak pinggang. “Jangan kamu pikir Mama nggak denger ya? Kalau bukan karena Mama, kamu nggak bakalan nikah sama Agha. Mama juga selalu belain kamu di depan Fara. Sekarang jangan berlagak kayak kamu yang paling bener di sini,” omel Yurike emo

