Fara tidak bisa berpikir jernih saat Felix mengantarnya pulang ke rumah. Sepanjang perjalanan dia hanya teringat almarhum bundanya. Sikap Wiega sangat baik membuatnya rindu dengan Hanah. Seandainya sejak Agha tidak egois dan mengadukan keadaan rumah tangganya, pasti tidak akan seperti ini jadinya namun, Fara menerima takdir yang telah digariskan Tuhan padanya dengan ikhlas. “Kenapa ngelamun terus? Masih syok ya dengan kejutanku barusan?” tanya Felix penasaran. “Lain kali jangan asal bicaralah, Pak, kalau di depan orang tua. Saya paling tidak bisa nolak kemauan orang tua,” sungut Fara masih kesal. Felix bertindak semuanya sendiri. “Memang itu tujuanku, kamu tidak bisa ‘kan menolakku terang-terangan?” balas Felix menang mutlak. Fara hanya membuang muka menanggapi bosnya yang membuatn

