Aliran darahnya seolah terhenti. "Kita semua memang harus berpisah, kan?" Hanya itu yang bisa Austin ungkapkan. Putaran waktu dalam hidupnya terjadi begitu cepat layaknya sebuah mimpi. "Semua seperti mimpi, terjadi begitu saja." Austin merasa aliran waktu yang menyelimuti kehidupannya ini sangat aneh. Begitu cepat sekali lompat-lompatannya. Beberapa waktu lalu dia disini begini, lalu kesitu begitu, pindah lagi kesana dengan kisah baru. Dan kini, sama halnya dengan pagi biasanya. Yang menjadi pembeda adalah telepon dari Justin yang mengatakan bahwa Valerie tidak ada. Dunia seakan terhenti. Dentingan jarum jam ikut terhenti atau malah telinga Austin yang sedikit bermasalah. Entahlah, namun yang pasti berita itu bagai hantaman kuat di dadanya. Kesedihan? Austin mengingat dulu, ketika

