Flashback on Seakan apa yang Justin lakukan ini adalah salah, benar salah adanya. Melakukan kesalahan dengan sadar hanya karena sebuah nafsu b***t yang bodohnya terlaksana. Valerie segalanya tapi hanya bibirnya yang terucap. Mencintai Valerie tapi memberi bukti dengan rasa sakit—tidak—lebih tepatnya pengkhianatan. Menyesal hanya itu yang Justin rasakan. Sesak dan terhimpit. Ruang seluas ini saja mampu menghimpit dadanya sehingga bernapas pun terasa sesak. Kini, melihat Valerie bersama lelaki lain yang bukan dirinya meski bernotaben sahabatnya amatlah membuat Justin tersiksa. Terlebih, melihat wajah sendu yang tercetak jelas lewat sorot matanya. Bahkan lingkar hitam mendominasi kantung matanya semakin menambah rasa sesak Justin. Semuanya masih nampak kosong dan sepertinya tengah berpikir.

