Kehilangan dan menyesal, hanya itu yang Justin rasakan. Kehilangan, karena kini Valerie benar-benar pergi dan menyesal, mengapa tak mengiyakan permintaan yang Valerie minta: menikah dan hidup bersama. Tapi otak bodohnya malah memberi respon dusta lagi dan lagi. Meski bukan dusta yang selayaknya karena Justin tengah mencari solusi untuk masalahnya. Cukup sudah melihat Valerie tertekan karena kehilangan bayinya. Tapi kini dirinya memberi tekanan lebih dalam lagi. Tak sampai di situ, tekanan yang Justin berikan seolah mengusirnya pergi secara perlahan. Bukan itu maksud Justin. Menikah dan hidup bersama Valerie adalah satu-satunya keinginannya sejak mencintai Valerie dengan begitu dalam. Tapi, satu sisi Charlotte, wanita yang telah membunuh calon anaknya dengan sengaja. Jika waktu itu Justin

