"Jangan sempat aku mengatakan kau memang bodoh, keriting!" Kecam Valerie mendengus kasar. "Otak bodohmu tak pernah berubah." Tunjuk Austin berganti menuding sisi kepala Valerie, "Jelas saja aku akan bertanya demikian, bodoh!" Kesalnya menyambung. "Baiklah Tuan keriting." Cibir Valerie berlanjut. Menyipitkan kedua matanya dengan hidung mancungnya yang berkerut, "Aku hamil." Akunya sendu. "Aku tak percaya. Bertaruh, kau akan membunuh bayi itu." Santainya menanggapi tanpa melihat jelas guratan luka di wajah Valerie. "Sayangnya tidak. Aku menginginkan bayi ini, tapi..." "Kau bersedih, adik kecil." Kekeh Austin menjawab lantas memeluknya erat, "Semuanya akan baik-baik saja." Seolah mengerti apa yang tengah Valerie rasakan. Jangan lupakan soal perasaan Austin yang masih tertanam rapi untuk

