No matter how many times I go back in time, I would always prefer falling in love with you ever avoiding the pain. **** "Tidak. Kami baik-baik saja, Kylie. Baiklah, baiklah. Aku akan berkunjung nanti. Tebak, aku memiliki kejutan apa untukmu." Tawa Valerie seraya menutup pintu, "Kau tak berhasil menebak? Sayang sekali." Memutar kedua bola matanya kesal meski mustahil untuk suara disebarang sana melihatnya. Langkah kaki ringannya terhenti seketika tatkala mendapati satu eksistensi wanita asing yang keluar lewat pintu kamarnya, dulu. Melempar senyum simpul, Valerie hanya mengangguk pelan dengan menjepit ponsel diantara bahu dan telinganya. "Sepertinya itu seru. Akan aku pikirkan lagi nanti. Justin? Dia baik. Ya, kau menang kali ini..." "Mrs. Frankson?" Valerie terhenti, menoleh kebelakan

