I want to come home to you, again To know that you're waiting for me to tell you how much I've missed you the whole day. **** Percaya atau tidak, Justin memandang nanar test pack yang di temukannya. Lama dan terdiam. Bimbang akan jawaban keputusan mana yang harus Justin ambil. Bukan tanpa alasan membawa wanita lain ke dalam rumahnya. Bukan tanpa alasan menyakiti Valerie sebegitu dalam hingga melihatnya menangis. Ralat, lebih tepatnya luka yang tak mengeluarkan darah sama sekali. Benda bergaris merah dua di tengahnya bagai hantaman keras bagi Justin. Mempercayai atau tidak, namun semuanya jelas terbukti. Entah ulah siapa, namun kini denyutan sakit diarea kepalanya membuat otak rasionalnya mengetuk abaian. Kedua kelopak matanya terkatup rapat. Mengembuskan napas kasar. Kembali ke rumah

