"Susumu maple." Sodor Justin yang serentak terjawab lewat gelengan keras Valerie. Sepertinya ya apapun itu memang Justin harus menyiapkan atau lebih tepatnya meluaskan kesabaran ekstra. Bahkan acara mode marahnya pun masih terus berjalan hingga kini. Hingga pukul menunjukkan sembilan malam dan Valerie acuh. Teramat benar acuh. Tanpa mau peduli sedikit pun walau terang-terangan Justin membujuk. Lantas apalagi yang harus di lakukannya? Mengembuskan napas sejenak, hanya itu yang Justin lakukan dan berjalan mendekat. Lihatlah! Jangan lupakan soal pergeseran cepat yang Valerie lakukan. Bergerak menjauh dan duduk bertumpu pada ujung ranjang. "Astaga maple." Gusar Justin. Meletakkan berkala gelas kristal yang di bawanya lantas berjongkok. Meremas lembut tautan jemari lembut dengan sayang dan me

