BAB 43

1031 Kata

Cameron menegang ditempatnya. Tatapan nyalang tajamnya berkobar penuh kilat amarah. Mengatupkan rahangnya kuat-kuat dengan tangan mengepal siap melayangkan tinjuan. Rasanya, ada cambukan keras mengoyak dadanya mendengar ungkapan lelaki itu. Lelaki yang teramat dikenalnya. Lelaki yang menjadi sahabat serta rekannya sendiri. Tapi kini--tidak. Menggeleng pelan, Cameron tak percaya, hanya itu. Ini pasti gila karena semua orang dengan waras mau melakukan hal kotor. Melakukan apapun untuk mencapai keinginannya. Apapun dan hal kotor sekalipun benar-benar akan dilakukannya. Dan yang menjadi semacam tembakan bagi Cameron adalah luka untuk gadis yang tak tahu menahu akan rasa sakitnya. Untuk gadis yang bahkan mau membagi cintanya. Membagi kasih sayangnya untuk ego orang lain. Membagi kepemilikanny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN