"Tunggu di sini. Akan aku ambilkan baju untukmu." Valerie menggeleng mendengar penuturan Justin. Dan malah semakin mempererat pelukannya kembali dengan kedua tangan yang melingkar dan saling bertaut. Justin mendesah hebat. Memang ini yang diinginkannya. Memang ini yang menjadi penantiannya. Memanjakan Valerie, mendengar rengekan manjanya, mendengar sungutan-sungutan manisnya, melihat wajah putihnya yang memerah dan menggodanya sepuas yang Justin mau. Tapi, "Astaga." Gadis itu lantas mendongakkan kepalanya dengan mata berbinar, "Kau seperti kakek-kakek. Mengeluh dan menghembuskan napas secara berulang." Ejeknya. "Kau akan sakit." Bujuk Justin halus yang hanya ditanggapi dengan jawaban pelukan erat dari gadisnya, "Baiklah kau memaksa." Tatap Justin kebawah. "Aku tidak mau Justin. Sebelum

