I don't remember what I was going to say, but the point is, I love you. **** "Aku menyesal." Ungkap Justin menatap lekat wajah sayu Valerie. Sengatan listrik memberinya kejutan rasa sakit luar biasa hanya melihat pucat wajahnya. Menyesal, itu yang mampu Justin rasakan. Menyesal dengan kebodohan yang telah dilakukannya. Hanya itu. "Menyesal?" Ulang Valerie menatap tajam Justin. "Hanya menyesal?" Kepalanya mendongak mencoba menahan lelehan cairan bening yang memaksa menyeruak keluar. "Hanya menyesal. Dan itu terdengar bagus. Menyesal, meminta maaf." Sekali lagi Valerie mengulang. "Aku tak percaya ini!" "Aku hanya tak ingin menyakitimu dan..." "Dan kau berhasil. Kau tak hanya menyakitiku namun juga menghancurkanku. Membuatku membencimu." Matanya semakin tajam menatap Justin nyalang. "K

