JOJO “Brak!” Daddy melempar berkas-berkas dengan map kuning tepat di depan muka gue. Gue yang lagi asik-asiknya nonton Spongebob sambil makan sereal langsung jantungan. “Ya ampun daddy, masih pagi ini santuy ngapa santuy.” “Ye biar keren gitu, Jo. Kaya mafia-mafia di film Hollywood.” Daddy menyengir tanpa rasa bersalah. Gue mencibir pelan dan memakan kembali sereal gue yang tinggal setengah karena tumpah. Ini semua gara-gara daddy yang lagi-lagi bikin ulah. Mommy jadi nggak mau masak dan gue dibiarkan terkena busung lapar. Apalagi mommy belum ada niatan untuk nyari ART lagi. Entah sampai kapan kesengsaraan gue menjadi babu ini berakhir. “Apa ini, dad?” “Ya dibaca dong, Jo. Kamu buta huruf? Mau dikembalikan ke SD lagi?” “Daddy nggak lihat Jojo lagi makan? Minggir! Itu si Patrick

