FARAH Aku sedari tadi hanya terdiam menatap jalan yang diselimuti keramaian. Perasaanku berkecamuk setelah obrolan di restoran tadi. Makanan mahal yang tersaji dengan estetika itu bahkan terasa hambar di lidahku. Regi sedang bersenandung sembari sesekali tersenyum padaku. Aku pun tak sampai hati untuk merusak moodnya sehingga aku hanya bisa membalas senyumnya dengan tipis. “Syarat apa?” Tanyaku padanya dan menyuap main course yang terhidang di depanku. Rasanya lezat sekali. Makanan terlezat yang pernah ku cicipi. Pantas saja harganya mahal, sayang porsinya terlalu kecil. “Jangan ketemu Jojo lagi.” Aku kemudian menghentikan jari-jari tanganku yang sibuk memotong daging dan terkesiap. Lalu aku pun pura-pura tertawa, “Iya ini aku lagi ngejauhin Jojo buat ngasih dia pelajaran kok. Supaya di

