Sanggupkah Berjuang Sendirian?

1856 Kata

Dita sebenarnya tidak peduli siapa yang datang menemui Vano malam-malam seperti ini. Namun, suara yang begitu berisik dari ruang tamu membuatnya tertarik juga untuk melihat siapa yang datang. Dengan bermodalkan celah pintu kamar yang dibukanya sedikit, Dita melihat Vano dan beberapa orang temannya berbincang seraya menenggak minuman. Yang diyakininya itu bukanlah minuman layak konsumsi. Pasalnya, minuman tersebut beraroma menyengat dan memabukkan. Itu terbukti dari cara para pria itu berbicara. Tidak ada lagi yang bertingkah normal, termasuk Vano. Dita meneguk ludahnya. Ingatannya kembali saat Vano datang ke rumahnya dalam keadaan mabuk dan nyaris saja mengambil hak sebagai seorang suami. Jika Vano mabuk lagi malam ini, bisa dipastikan hal yang sama akan terulang kembali. Dan tidak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN