Penyesalan selalu datang belakangan. Sepertinya itu cocok menggambarkan kondisi Vano saat ini. Usai berpesta tadi malam, kepalanya terasa sakit dan berdenyut. Pandangannya juga berkunang-kunang, disertai dengan mual karena rasa tidak nyaman akibat minuman yang ditenggaknya semalam. Berkali-kali Vani memijat pelipisnya sendiri. Berusaha mengenyahkan rasa sakit yang membuat kepalanya seakan ingin pecah saat ini juga. Bukan hanya itu, tidur meringkuk di atas sofa, sepertinya semakin memperburuk keadaannya saat ini. Rasa pegal pun hinggap untuk melengkapi penderitaanya pagi ini. Memijat pelipis. Meregangkan otot-otot tubuhnya. Dua gerakan yang sedari tadi dilakukan Vano, mengundang Dita untuk memperhatikannya. Gadis itu juga menggelengkan kepalanya. Merasa heran kenapa Vano malah melamp

